Finally Found You – Resep Basic Roti (Tawar, Pizza, Roti Isi) Terbaik!

Petualangan menjajal berbagai resep roti memang menyenangkan dan mendebarkan. Menyenangkan bahkan semacam ‘nyandu’ bagi saya terutama ketika proses menguleni, merasakan tekstur adonan di atas permukaan/meja yang telah diberi tepung. Sambil berdoa dalam hati semoga kali ini rotinya sukses haha. Mendebarkan, terkadang meski proses demi proses telah diikuti sesuai resep dan takaran pun sama plek masih saja hasilnya belum sesuai dengan harapan. Namun tampaknya petualangan saya menemukan resep roti andalan menemukan jawabannya. Yihaa… teksturnya, seratnya, ringannya, rasanya cucok sudah macam roti-roti yang beredar di toko haha tampak jumawa ya. Maafkan.

 resep roti tawar terbaik, resep roti pizza enak dan empuk, resep roti manis lembut dan empuk

Tantangan terberat saya adalah khawatir berlebihan. Barangkali karena saya anaknya panikan, jadi saya sering kurang sabar melihat mixer melakukan tugasnya karena khawatir over kneading, akhirnya malah kurang kalis elastis. Saya juga sering khawatir permukaan roti jadi keras dan gosong sehingga sebelum waktunya sudah saya angkat, akibatnya roti belum matang sempurna haha.. alhasil harus saya masukkan lagi dan tambahkan waktunya. Memang bagi pemula seperti saya ini ketika mengolah resep masih penuh ‘kewaspadaan’ dan ‘was-was’ haha..

Selama ini saya sering digoda suami saya karena roti saya kadang rasanya seperti odading (bolang-baling), bahkan pernah suatu saat katanya seperti singkong! Rupanya karena rotinya berat dan mengenyangkan haha.. Tapi kali ini dia bertekuk lutut. Sudah kali kedua saya membuat roti tawar dan pizza dari adonan ini, dan menurutnya ini pencapaian terbaik selama ini. Seperti itu *alaSyahrini*  Tentunya pizza nya bukan seperti pizza crust yang tipis dan crunchy ya, tapi ala pizza h*t empuk. Untuk roti isi pasti cucok juga, tapi saya belum mencoba karena adonan keburu habis hehe..

resep roti tawar terbaik, resep roti pizza enak dan empuk, resep roti manis lembut dan empuk

Beberap minggu ini di group NCC beredar resepnya Mbak Jeany Mega Sari, tentu saja sebagai petualang roti saya ngiler mencobanya. Setelah mencoba mengikuti resepnya kemudian berikutnya mencoba menambah-mengurangi beberapa bahannya untuk menghasilkan roti yang benar-benar sesuai dengan personal liking saya.  Saya menambah kuning telur 1 butir dan mengurangi takaran terigunya. Tekstur adonannya agak sedikit lengket, untuk mengatasinya gunakan minyak di kedua telapak tangan dan di permukaan meja kerja. Saya sengaja tidak menambah tepung agar tidak lengket, karena bagi saya teksturnya terlalu ‘berat’ jika ditambah tepung.

Resep Basic Roti Tawar/Pizza/Isi 

untuk resep roti lainnya dapat dilihat di tautan: Yuk Membuat Roti Tawar Sendiri, Nutella Parmesan Bread, Honey Wheat Bushman Bread, Buttermilk Wheat Bread, Honey Oat Wheat Bread, Roti Gandum Nutella, Ternyata Membuat Roti Gandum Sendiri itu Mudah!, Japanese Milk Bread

Bahan-bahan: 

  • 2 cup (240 gr) tepung terigu protein tinggi, untuk mengetahui konversi cup-gr dapat dilihat disini
  • 1/2 cup (60 gr) tepung terigu serba guna/protein sedang
  • 1/4 cup (55 gr) gula pasir
  • 225 ml susu cair
  • 50 gr unsalted butter cairkan
  • 1 butir telur + 1 kuning telur
  • 2 sdt fermipan (2 sdm puratos otentic dolce, seperti yang saya gunakan)
  • 1/2 sdt garam

resep roti enak, resep roti empuk, roti jualan mudah, roti parmesan, parmesan nutella bread, roti pizza, resep roti tawar, adonan roti

Video tutorial menggunakan bread machine dapat disimak juga di youtube channel Cooking Asyik

Cara membuat: 

  1. Selalu gunakan bahan-bahan dalam suhu ruang (telur, susu, butter) karena jika masih dalam keadaan dingin hasilnya akan bantat.
  2. Jika menggunakan standing mixer untuk roti:
    • Campur semua bahan. Pasang pengaduk adonan roti. Setel selama kurang lebih 10 menit atau hingga kalis. Ciri adonan kalis jika di tusuk dengan jari akan langsung kembali ke bentuk semula.
    • Keluarkan adonan dari mixer ke permukaan rata/meja yang telah ditaburi tepung agar tidak lengket, uleni sebentar dengan tangan. Sambil diuleni tambahkan tepung sedikit-sedikit hingga kurang lebih 4 sdm atau rasakan hingga teksturnya tetap lembut/agak lengket tapi masih bisa diatur. Bentuk bulat.
    • Olesi mixer bowl dengan minyak sayur/olive oil. Masukkan adonan seluruh permukaan dioles dengan minyak sayur/olive oil.
    • Tutup dengan plastic wrap/lap bersih. Simpan di tempat yang hangat dan diamkan untuk proofing selama kurang lebih 1 jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat. Jika cuaca agak dingin seperti sekarang, waktu proofing biasanya lebih lama.
  3. Menggunakan tangan:
    • Campur semua bahan kering di mangkok yang besar. Bentuk sumur di tengahnya masukkan semua bahan cair.
    • Aduk dengan sendok kayu atau tangan hingga adonan tercampur. Jika adonan sudah menggumpal dan semua tepung sudah tercampur pindahkan ke meja yang telah ditaburi tepung agar tidak lengket.
    • Uleni kurang lebih 10-15 menit hingga adonan menjadi kalis elastis. JIka masih agak lengket tambahkan tepung sedikit demi sedikit hingga adonan menyerap tepung namun tidak terlalu banyak. Ciri adonan kalis jika di tusuk dengan jari akan langsung kembali ke bentuk semula.
    • Jika sudah kalis, bentuk bulat. Dan simpan dalam mangkok yang telah dioles minyak sayur/olive oil. Jangan lupa adonan juga dioles minyak sayur/olive oil agar tidak membentuk kerak permukaannya.
    • Tutup dengan plastic wrap/lap bersih. Simpan di tempat yang hangat dan diamkan untuk proofing selama kurang lebih 1 jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat. Jika cuaca agak dingin seperti sekarang, waktu proofing biasanya lebih lama.
  4. Setelah 1 jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat, kempiskan adonan. Uleni 1-2 menit dan bentuk memanjang (loaf). Saya bagi dua adonan, satu bagian untuk pizza dan satu bagian lain untuk roti tawar.
  5. Untuk adonan roti tawar:
    • Siapkan loyang dan oles dengan minyak sayur. Masukkan adonan ke dalam loyang, tutup dengan plastic wrap dan diamkan untuk proofing kedua kalinya selama kurang lebih 45 menit hingga 1 jam.
    • Setelah mengembang, masukkan ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya pada suhu 180’C. Panggang selama 45 – 50 menit atau hingga adonan matang. Cirinya, jika ditepuk-tepung akan terdengar suara bergema. Kalau masih berat suaranya berarti masih belum matang seluruhnya. Jangan lupa jika ovennya panasnya kurang merata setiap 15 menit posisinya bisa dipindah-pindah agar warna coklat keemasannya merata. Jika kurang menyukai permukaan yang keras, setelah 20 menit (setelah merasa cukup) dapat ditutup dengan aluminium foil.
    • Setelah matang, adonan langsung dikeluarkan dari loyang. Jangan didiamkan terlalu lama di loyang karena nanti rotinya akan lembab karena uap air akibat panasnya tadi. Diamkan di atas rak kawat.
    • Jika ingin permukaannya lembut, begitu matang langsung dioles dengan tissu dapur yang telah diberi air sedikit. Sedikit ya.. jangan banyak-banyak. Tapi saya sih lebih suka kriuk-kriuk jadi saya diamkan saja.
    • Tunggu hingga dingin, potong dengan pisau roti dan roti tawar pun siap di santap!
  6. Untuk adonan pizza:
    • Setelah adonan dikempiskan tadi, bentuk bulat dan diamkan selama kurang lebih 10 menit.
    • Panaskan oven pada suhu 210’C, masukkan loyang yang akan digunakan nanti. Untuk menghindari permukaan roti pizza yang lembab/masih lembek karena tertutup topping, maka ketika mengatur topping dengan diletakkan pada loyang/pizza stone yang panas. Tips ini saya temukan di internet.
    • Gunakan parchment paper, atau kertas roti biasa yang telah dioles mentega/minyak. Letakkan adonan dan gilas hingga ketipisan dan bentuk yang diinginkan. Oles minyak di permukaannya, diamkan sambil menunggu oven panas kurang lebih 10-15 menit.
    • Keluarkan oven dari loyang, letakkan adonan di atasnya. Oles dengan saus pizza/spagetti atur topping sesuai selera.
    • Panggang selama 12-15 menit atau hingga keju meleleh.

Selamat mencoba semoga bermanfaat. Bon Appetit!

resep roti tawar terbaik, resep roti pizza enak dan empuk, resep roti manis lembut dan empuk

 

Lily Nurlita Mohamad

Pekerja kantoran yang baru belajar memasak. Setiap kekacauan atau keindahan yang terjadi di dapur saya selalu menjadi hal yang mengasyikkan bagi saya. Tinggal di hiruk-pikuk Jakarta, memasak adalah salah satu momen refreshing yang selalu saya rindukan.

27 thoughts on “Finally Found You – Resep Basic Roti (Tawar, Pizza, Roti Isi) Terbaik!

  • February 11, 2015 at 8:15 pm
    Permalink

    Hai mba Lily, salam kenal…
    wah mantap donk mba….resep roti ini bisa 3 jenis..
    saya pernah buat roti tawar tapi gagal, kalau pizza saya buat yang tanpa telur dan tanpa ulen, kalau roti manis suka buat yang versi sangjin ko…secara mba saya suka keblinger kalau ngulen manual..
    thanks sharingnya ya…

    Reply
    • February 12, 2015 at 7:28 pm
      Permalink

      Hai Mbak Monica, salam kenal. Iya mbak bisa buat 3 jenis jadi irit tenaga haha. Saya juga beberapa kali gagal buat roti tawar tapi penasaran coba terus.

      Iya kalau pizza crust yang tanpa telur saya juga sering buat, tapi suami lebih cucok yang crust nya spt roti.

      Wah kapan2 saya mah coba yang sangjon ko eh itu yang metoda water roux bukan?

      Reply
      • February 18, 2015 at 9:11 am
        Permalink

        kapan-kapan mau coba buat pizza crustnya mba Liliy..he he he…sekali-sekali buat beda..kalau metoda water roux pake ngulen juga mba..hiks..padahal ya empuk hasilnya..tetapi tetap favorit sampai saat ini adalah roti sangjin ko..he he he

      • February 20, 2015 at 6:05 am
        Permalink

        Hai Mbak Monic aku udah ngintip resep dan metode sangjin ko di blognya. Kapan2 aku juga mau coba ah hehe tar aku laporan deh kalo udah eksekusi 😉

  • February 14, 2015 at 8:37 pm
    Permalink

    Nyam..nyam harus di coba ini ..

    Reply
  • February 24, 2015 at 9:04 am
    Permalink

    Pengen coba mba…kayaknya uenak tenan..
    oh ya mba mau nanya klo untuk butter unsaltednya mba pake merk apa?

    Reply
    • February 24, 2015 at 10:23 am
      Permalink

      Hai Mbak Uni hehe kalau buat aku cucok banget Mbak, coba kalau sempat ya. Biasanya pake Anchor yang beli di TBK tapi beberapa kali kehabisan saya pake Royal Palmia juga enak kok. Hihi lebih hemat pulak.

      Reply
  • February 28, 2015 at 2:43 pm
    Permalink

    Saya suka blog ini resep + tips itu rasanya ilmu yg plus plus plus,semangat ya mbak sukses selalu…ditunggu resep2 selanjutnya dgn tips2 yg bermanfaat buat saya yg newbie di dapur,salam kenal dri belitang sumsel

    Reply
  • April 6, 2015 at 8:59 am
    Permalink

    Ass mbak…
    Kl ngovennya pakai oven tangkring rak 3 gmn ya, supaya permukaan roti kelihatan coklat. Apa harus ditaruh di loyang besar dan ditutup alumunium foil ketika dipanggang? Wass… devi

    Reply
    • April 6, 2015 at 11:18 am
      Permalink

      Waalaikumsalam Mbak Devi. Terus terang saya belum pernah menggunakan otang Mbak. Tapi dari beberapa artikel yang pernah saya baca (silakan di browsing lagi saja takut saya salah), saat memanggang roti bagian atas luar otang ditutup sama loyang sehingga panasnya bisa lebih merata.

      Untuk penutupan aluminium foil jika di oven saya, biasanya agar roti tidak terlalu kering/gosong.

      Begitu Mbak Devi, semoga membantu.

      Reply
      • April 6, 2015 at 12:52 pm
        Permalink

        Waah cepet banget balasnya mbak. Terima kasih. Rotinya keren2, menul2 dan fluffy seperti buatan bakery. Kapaan bisa bikin yang kayak gitu. Kalo boleh tahu, mbak pakai oven apa? Saya sedang tergila2 bikin roti gandum. Selama ini bikin dg tepung terigu protein tinggi gatot terus padahal sdh ikut resep. Kayaknya menentukan elastisitas dan ngovennya yang sy blm bisa mb. Selama ini kl saya tarik sdh melar, tp kira2 cuma melar sama lebar 5cm an terus robek. Saya nguleninya manual dan pakai otang. Cuma pakai api bawah. Kata orang, utk api atasnya pakai arang. Ribet banget.

      • April 8, 2015 at 7:29 pm
        Permalink

        Hai Mbak, sorry baru balas. Saya menggunakan oven listrik Mbak, ukuran 19L. Lumayan irit listrik, api atas bawah 800 watt saja. Api atas bawah ini menentukan keberhasilannya sih menurut saya ya Mbak *kompor*

        Hehe.. sama mbak saya dulu juga awal-awal sering keras bagian atas rotinya, atau terlalu berat rotinya sampek dibilang kayak singkong sama suami haha.

        Memang harus betul-betul elastis Mbak, membuat teksturnya ‘ringan’ dan mengembang. Saya menggunakan mixer roti 10 menit, kemudian diuleni lagi sebentar. Barangkali kalau manual 15 menitan ya.

        Untuk pengovenan, awalnya saya selalu meletakkan di rak tengah. Rupanya membuat roti saya keras permukaannya dan bawahnya kurang matang. Setelah berkali-kali kegagalan, akhirnya saya menemukan di oven saya harus pakai rak paling bawah.

        Semoga membantu ya Mbak.

  • April 22, 2015 at 6:27 pm
    Permalink

    Halo, Mbak. Salam kenal, saya Devi. Sore ini saya mraktekin resep rotinya. Hasilnya ‘wow’ lembut ringan, enak & menurut saya ini resep paling ok yg pernah saya praktekan. Terima kasih sudah share resepnya. Saya mau kirim gambar hasilnya tp gk tau gmn caranya. . Xixixix…

    Reply
    • April 22, 2015 at 6:32 pm
      Permalink

      Hai Mbak Devi, wah senengnya. Memang ini resep yang paling cucok juga buat saya. Kirim ke fb Cooking Asyik aja mbak, pengen liat hihi

      Reply
  • April 22, 2015 at 6:29 pm
    Permalink

    Oh ya. .. saya ngadonnya menggunakan bread maker. Sempet kawatir akan sukses atau gak, ternyata….HORE !!!!

    Reply
  • Pingback: Roti Baguette yang tidak panjang, boleh ya? | cookingasyik

  • Pingback: Pull Apart Garlic-Mozza Bread, life is short-just eat garlic bread! | cookingasyik

    • January 7, 2016 at 9:29 am
      Permalink

      Hai Mbak Triwikantipramono,

      Sorry nih baru balas..btw thanks ya udah mampir sini. Aku selalu pakai api atas bawah dan menggunakan rak paling bawah Mbak. Semoga membantu ya…

      Reply
      • January 8, 2016 at 1:35 pm
        Permalink

        Tx u mba..aku akhirnya kmrn bikin roti tawar pake oven standing. Mgkn krn aku kurang kalis uleninnya jd hasilnya rotinya berongga aga besar hihi tp warnanya ga bs putih kaya punya mba..punyaku warna nya kekuningan krn butter itu kali ya mba..overall enak rasanya next lebih kalis lagi uleninnya aku hehe makasih ya mba udah share resepnya.

  • February 8, 2016 at 10:00 am
    Permalink

    Sudah dicoba dan berhasil! 👍🏼
    Saya sampai ikut beli mixer yang sama.. 😁

    Reply
    • February 8, 2016 at 10:05 am
      Permalink

      Yeeey… Mixernya cinta banget kan? Dijamin membuat hidup lebih mudah haha

      Reply
  • December 1, 2016 at 10:02 pm
    Permalink

    waaaaaaah ini nihh yang saya cari cari,, makasih yaa artikelnya 🙂

    Reply
    • January 6, 2017 at 8:10 am
      Permalink

      Hai semoga bermanfaat ya.. ini resep kecintaan saya banget!

      Reply

Leave a Reply