Coklat Bubuk Belahan Hati

IMG_5309.JPG
Belajar dari pengalaman saya yang belum seberapa ini, bahwa kualitas coklat bubuk yang kita gunakan akan mempengaruhi hasil akhir dari cake yang kita buat. Semakin baik kualitasnya, akan semakin enak rasanya. Usahakan untuk selalu menggunakan coklat bubuk kualitas baik sesuai dengan selera masing-masing agar kerja keras Anda tidak sia-sia karena hasil cake nya tidak sesuai dengan harapan.

Tulisan ini tidak bermaksud mempromosikan merek tertentu atau bahkan mendeskreditkannya, lebih pada apresiasi lidah saya terhadap beberapa merek coklat bubuk yang pernah saya gunakan. Seringkali beberapa teman menanyakan tentang enaknya coklat bubuk pake yang mana ya, yang harganya murah tapi enak mana ya. Semuanya tergantung selera dan kebutuhan kita masing-masing. Tentunya coklat bubuk berkualitas bubuk lebih mahal dibanding yang tidak. Tetapi jika kemudian digunakan untuk berjualan, apakah bernilai ekonomis? The choice is yours …

Saya akan buat ranking sesuai dengan urutan dari yang paling saya sukai, sebagai berikut:

1. Bensdorp

20140622-214147-78107209.jpgBagi saya, merek ini adalah belahan hati saya. Hampa rasanya membuat sesuatu yang mengandung unsur coklat tanpa kehadirannya hehe…  Betul-betul rekomen. Ketika kita membuat cake, muffin coklat yang berpengaruh besar atas keberhasilannya adalah kualitas coklatnya. Sayang kita sudah berpeluh membuat cake nya tapi ternyata hasilnya tidak maksimal. Saya berkenalan dengan merek ini juga nemu di mbah gugel.  Beberapa member di NCC merekomendasi merek ini adalah juaranya. Lebih sering beredar di Toko Bahan Kue alias TBK dibanding nangkring di rak supermarket. Harga per kilonya 170 ribuan kisarannya, biasanya dijual dengan repacking dengan berat mulai 100 gr.  Sejak saya bertemu dengannya, saya tidak akan berpaling lagi kecuali kepepet kalau kehabisan. Karena pernah mencoba selingkuh eeh malah kecewa.

2. Van Houten

IMG_5311.JPGTentunya merek ini sangat familiar. Dari jaman saya masih imut sering mencampurkan coklat bubuk ini ke dalam susu sapi segar langganan dari peternakan. Selain itu, merek ini sangat jamak ditemui di supermarket maupun mini market bahkan rasanya sampai warung-warung kelontong pun ada.

Review saya terhadap VH, rasa dark nya lumayan meski masih kurang pahit. Jika menggunakan agak banyak rasa pahitnya semakin terasa. Namun pada cake coklat atau blackforest warna coklatnya kurang pekat. Sehingga kurang cantik, mengakalinya ditutup frosting semuanya hehe. Saya pertama membuat cake juga menggunakan merek ini. Tapi sejak saya menemukan favorit saya, merek ini akan saya jadikan pilihan kedua jika kepepet. Hehe

Dari segi harga, termasuk ekonomis. Tersedia dalam dua packaging, 90gr harga kisaran 20ribuan dan kemasan 180gr harga kisaran 40ribuan.

3. Tulip Bordeaux

IMG_5316.JPGMerek ini kondang digunakan terutama untuk brownies karena warnanya yang kehitaman dan keharuman aromanya. Sama seperti Bensdrop, Tulip ini bisa didapatkan di TBK. Harga per kg nya kurang lebih 118ribu dan biasanya dijual dalam kemasan mulai 100gr.

Saya mencobanya karena melihat banyaknya komen positif bahwa coklat ini wangi dan enak rasanya. Namun sayangnya tidak bagi saya. Beberapa alasan saya:
1. Rasa dark nya amat sangat tipis, bahkan kalah dibandingkan VH.
2. Aromanya yang wangi katanya, bagi saya juga tidak istimewa. Baunya lebih menggoda Bendsrop.
3. Warnanya bukan coklat lagi namun cenderung hitam. Sepertinya ini yang kemudian menurut saya paling sesuai dengan beberapa review yang saya baca. Tapi pertanyaan saya, seberapa pentingkah warna dibanding rasanya?

Karena saya terlanjur membelinya, akhirnya untuk mendayagunakan agar segera habis agar tidak menuhin lemari saya campur pemakaiannya dengan Bendsrop. Dengan komposisi 2:1 hasilnya: perpaduan rasa yang lezat dan warna yang cantik.

4. Windmolen

IMG_5317.JPGSatu lagi yang sering kita lihat nangkring dengan manisnya di rak supermarket dan minimarket. Harganya sangat ekonomis. Sama seperti VH, dijual dalam dua kemasan 90gr dan 180gr. Harga kisaran 15ribuan dan 30ribuan.

Bagi lidah saya, cukup sekali saya mencoba menggunakan sebagai bahan campuran olahan kue. Ini saya gunakan di masa-masa awal saya belajar membuat cake. Karena waktu itu tidak ada VH maka saya memilih ini dan berpikir ah lumayan harganya lebih murah. Hehe.. sekali lagi, ada barang ada harga. Sudah capek-capek berkutat membuat blackforest hasilnya amat sangat mengecewakan. Berikut pengalaman saya:

1. Rasa, tidak ada rasa pekatnya dark chocolate. Ngambang gak jelas gimana gitu. Semakin saya tambahkan coklatnya rasanya bukan semakin pekat atau pahit khasnya dark chocolate namun pahit yang mengganggu.

2. Warna, bagi yang ingin membuat brownies jika tidak dicampur lagi dengan dcc (dark cooking chocolate) sebaiknya jangan menggunakan merek ini. Warnanya coklat muda hehe. Tidak menggiurkan sama sekali.

3. Aroma, ini juga hampir tidak ada aroma coklat yang menguar. Biasanya begitu membuka oven wangi coklat akan memenuhi dapur. Jangan harapkan hal itu terjadi di sini.

So, bagi saya cukup sekali saya mencobanya dan tidak akan lagi. Sisa-sisa yang dulu pernah saya beli saya gunakan sebagai taburan tiramisu, kopi atau coklat susu. Hehe.. yang penting tidak mubazir.

Sekali lagi, ini adalah ulasan subyektif dari saya terutama saya mewakili lidah saya. Selera setiap orang pasti berbeda. Bagi saya, mengolah cake berbahan dasar coklat biasanya anti gagal jika menggunakan coklat yang bagus kualitasnya. Dan saya menemukan sebongkah kebahagiaan dari sepotong cake coklat (ha lebay). Menyitir quote dari Joane Harris penulis novel Chocolat “Happiness. Simple as a glass of chocolate or tortuous as the heart. Bitter. Sweet. Alive.”

Semoga bermanfaat.

Image source: google

Lily Nurlita Mohamad

Pekerja kantoran yang baru belajar memasak. Setiap kekacauan atau keindahan yang terjadi di dapur saya selalu menjadi hal yang mengasyikkan bagi saya. Tinggal di hiruk-pikuk Jakarta, memasak adalah salah satu momen refreshing yang selalu saya rindukan.

35 thoughts on “Coklat Bubuk Belahan Hati

  • Pingback: Bolu Gulung Coklat (gilak!) | cookingasyik

  • Pingback: Brownies Kukus Putih Telur | cookingasyik

  • Pingback: Membuat Pasta Kacang Merah untuk Isian | cookingasyik

  • Pingback: Banana Choco Muffin – sempurna! | cookingasyik

  • April 7, 2015 at 10:43 pm
    Permalink

    Say,mau tny2 tuk bordeaux coklat apabila pemakaiannya agak bnyk apakah pahit pada kue?
    Mohon infonya

    Reply
  • April 25, 2015 at 1:21 pm
    Permalink

    Belum ada cokelat bubuk yang ngalahin Bensdorp, btw kenapa kok kebanyakan orang salah nyebutnya jadi Bensdrop ya… padahal tulisan di bungkusnya jelas-jelas Bensdorp.

    Reply
    • April 25, 2015 at 1:40 pm
      Permalink

      Hahaha jadi salah ya, mata dan lidah nyebutnya Bendsdrop. Baru ngeh saya, thanks koreksinya Mas. Tapi memang top markotop coklat ini

      Reply
  • May 13, 2015 at 1:23 pm
    Permalink

    sist,, kalo untuk cookies cokelat seperti good time bagus nya pake yang merk apa ya? trims

    Reply
    • May 13, 2015 at 2:03 pm
      Permalink

      Hai Mariska, sayangnya saya belum pernah buat cookies cokelat ala good time itu. Tapi, kalau saya sih olahan yang menggunakan coklat ya pake merek belahan hati itu. Dijamin cucok ..

      Reply
      • May 28, 2015 at 11:01 am
        Permalink

        mba kalau coklat masak yang bagus apa ya untuk rasa dan tampilannya?

      • May 28, 2015 at 8:29 pm
        Permalink

        Hai Mbak Helmiana, kalau favoritku coklat blok Elmer Dark Ghana biasanya ada di toko bahan kue, 1 kg harganya kurang lebih 45rb an.

  • August 20, 2015 at 11:24 am
    Permalink

    Thanks jeng Lily, kmarin sempat ragu milih bens drop atau Vanhouten, cuss ke TBK mau eksekusi bolu marmer pakai coklat bubuk bensdrop aja deh

    Reply
    • August 20, 2015 at 11:59 am
      Permalink

      Bensdorp the best buat aku Mbak. Bandingkan hasilnya. Happy baking!

      Reply
  • Pingback: Es Coklat Nutella Ala Kafe -enaknya keterlaluan! |

  • May 16, 2016 at 12:13 pm
    Permalink

    Assalamu’alaikum Mba,

    Salam kenal sebelumnya..

    Mba, saya mau tanya.. kalo mau membuat kue kering, itu lebih bagus cokelat yang mana ya mba?
    Kebetulan saya masih baru banget di dunia kuliner dan sedang belajar menjual kue-kue kering.

    Disalah satu komentar, kebetulan ada yg bertanya tentang; Cookies seperti Good Time.

    Sasaran saya adalah;
    Kue Kering Cokelat, yang wangi, pahit (khas cokelat), ga eneg kalo semakin dimakan dan nagih.

    Mohon infonya ya mba,
    Terima kasih sebelumnya.

    Reply
    • May 22, 2016 at 5:11 am
      Permalink

      Hai Mbak Dita, pilihan saya tetap coklat belahan hati saya hehe..

      Reply
  • June 6, 2016 at 7:04 pm
    Permalink

    Assalamualaikum … Sudah baca dari awal … Iya memang pake coklat bensdorp itu udah yg paling nampooolllllll rasanya … Alhamdulillah selalu dapet tesmont yg bagus apalagi menyangkut cake yg berbau bau coklat … Makasih artikelnya ya mbak … 😉

    Reply
    • June 10, 2016 at 7:44 am
      Permalink

      Waalaikumsalam Mbak Ida. Yeey… Tim coklat bendsdrop toss!

      Reply
    • August 4, 2016 at 3:48 am
      Permalink

      Kalo saya lebih sering pake nutella kadang juga hersey coklat.

      Reply
  • August 29, 2016 at 3:27 pm
    Permalink

    Hai mba… aku kalo bikin blackforest pake bordeux sama coklat batang merk collata.. tp kok ga hitam ya mba. Wrnanya tetep coklat. Kurang cyantikkk… punya solusi g mba.. apa pk tulip bordeux aja ga ush campur coklat batang collata atau gmn ya? Trims

    Reply
    • September 2, 2016 at 8:23 am
      Permalink

      Hai Fika, kalau pengalamanku pake bordeux warnanya hitam ya. Memang aku gak campur lagi dengan collata. Tapi untuk rasa, aroma dan warna coklat saya sih tetep cinta mati sama Bensdorp ya.

      Reply
  • November 8, 2016 at 6:22 pm
    Permalink

    mbak kl beli coklat bensdorp dmn y?

    Reply
    • November 18, 2016 at 2:49 pm
      Permalink

      Hai Mas Franki.. sorry late respon. Saya beli online mas, coba aja browsing2 banyak kok yang jualan di portal-portal belanja itu.

      Reply
  • December 1, 2016 at 3:58 pm
    Permalink

    kl coklat bubuk delfi gmn mbak lily?

    Reply
    • January 6, 2017 at 8:11 am
      Permalink

      Hai mas Usman, maaf saya belum pernah coba. Yang sudah saya coba yang saya tulis di artikel ini.

      Reply
  • January 2, 2017 at 7:39 am
    Permalink

    hai mba, mau nanya. kalo untuk cocoa powder merk bt java rasanya gimana?

    Reply
    • January 6, 2017 at 8:06 am
      Permalink

      Hai Mbak Vina, maaf saya belum pernah coba merek tsb.

      Reply
  • March 3, 2017 at 12:44 pm
    Permalink

    Setelah mengenal bensdorp saya nggak mau merk lain hehe.. Selalu ada persediaan coklat bensdorp, klo udah keliatan tinggal dikit buru2 deh ke tbk, Entah ya kalo merk valrhona atau lindtz yang harganya muuahal itu… Belum pernah nyoba

    Reply
    • May 12, 2017 at 9:10 am
      Permalink

      Tosss.. sama kita. Wah merek2 itu saya juga belum pernah coba, stok coklat kecintaan masih banyak nih. Kapan-kapan coba dikit deh buat ngobatin penasaran. Thanks Mbak

      Reply
  • November 11, 2017 at 11:14 am
    Permalink

    Setuju Mba…. Sekali aja nyoba yg tulip karna banyak yg bilang bagus, ternyata aroma dan rasanya ga keluar, saya balik ke Van Houten lagi, karna gampang nyari nya… Semoga kapan2 nemu bensdrop… Salam dari Medan…

    Reply
    • November 11, 2017 at 1:10 pm
      Permalink

      Hai Mbak Uli, horas! Hehe salam dari Jakarta yang lagi hujan. Coba deh Mbak, kalo lidahnya sama rasanya akan suka juga. Banyak dijual online kok. Selamat berburu! Hihi *kompor

      Reply
  • November 14, 2017 at 10:42 am
    Permalink

    Yaah kalo tau GK enak GK saya beli,,, saya baru coba beli mbak coklat bubuk merk windmolen, krna vn GK ada, ni Bru beli online jga bensdorpnya dishopee murah bgt dibanding t4 lain 250gr nya 28rb-31rb,
    Kyknya KLO mo buat brownis hrus nunggu bensdorpnya dtng deh ntar GK enak lgi brownis saya,,,hehe ,,, btw makasih ya mbak infonya😊

    Reply
    • November 15, 2017 at 1:23 am
      Permalink

      Hehehe gapapa mbak, biar tau bedanya. Siiip sama2 selamat bikin brownies yaa

      Reply

Leave a Reply