Peanut Butter Choco Cookies – 4 ingredients lho!

Holaaaa… apa kabar manteman semua. Maafkan setelah sekian lama -1 tahun 8 bulan- tepatnya dilihat dari postingan saya yang terakhir akhirnya saya berhasil mengalahkan the devil inside me (baca: kemalasan saya) untuk akhirnya mengupdate resep terbaru di web kecintaan ini.

Saya berutang penjelasan kepada manteman semua pembaca setia -wih sok dibaca ya- web ini mengenai the story behind¬† kemalasan saya yang tiada tara ini. Berawal dari kabar bahagia yang disebabkan oleh strip dua tespek -entah berapa puluh tespek yang pernah saya coba-, yang artinya kami berdua setelah penantian kurang lebih selama 10 tahun akan menjadi orangtua! Yeeey.. Puji syukur tiada terkira ini kehamilan kedua saya, setelah sebelumnya kurang lebih 3 tahun lalu saya mengalami keguguran di usia kehamilan 8 minggu.Rupanya kehamilan menjadikan hormon malas masak saya semakin menjadi haha.. Alhamdulillah morning sickness yang saya alami tidak parah, namun rupanya saya punya musuh baru: bawang putih! Nah, ada cerita unik ketika akhirnya saya mengetahui bahwa saya musuhan dengan bawang putih ini. Di suatu hari minggu, saya ceritanya kepengen masak salmon steak. Secara salmon kan kandungan nutrisinya bagus untuk bumil. Nah, segala daya upaya saya kerahkan untuk memasak Salmon lemon sauce dengan mashed cheezy potatoes dilengkapi dengan sayur ca garlic horinso (bayam jepang). Namun apa daya, begitu beres masak, si hidangan juga selesai mejeng di foto eeh.. saya makan langsung hoek hoek. Bahkan sampai akhirnya resepnya hingga saat ini belum saya posting karena, setiap saya memulai menulis dan melihat foto ini saya mual teramat sangat. Dan akhirnya… bersamaan dengan syndrom mual-mual itu saya pun disibukkan dengan berbagai persiapan kelahiran si kecil hingga akhirnya sebentar lagi Ikay -begitu kami memanggilnya hampir berusia 1 tahun tanggal 23 April 2017! Ah.. time flies!

Hai.. kenalkan saya Ikay boleh ya mejeng sejenak. Foto ini diambil waktu usianya 7 bulan masih lumayan agak anteng haha..

Sekian lama absen menulis, rupanya di luar sana ada yang merindukan dan mengkhawatirkan saya. Oh..alangkah bahagianya, tersanjung rasanya mengetahui bahwa ada juga ya yang membaca web ini hihihi.. Halo mbak Juanita.. makasih lho mbak masih memantau saya. Rencananya saya akan kembali aktif lagi, sekarang sih godaannya susaah cari waktu nulisnya kudu nunggu si kecil bobok dulu.  Cek juga youtube channel nya Cooking Asyik ya, rencananya semua resep baru akan disertai dengan video tutorialnya. Tenang.. gak ada muka saya kok, palingan jari jemari saya yang gemuk-gemuk itu yang mejeng haha..

Ok kembali ke resep, ceritanya membutuhkan kudapan untuk si kecil yang sebentar lagi 1 tahun sudah bisa mengkonsumsi gula garam. Nah brosing sana sini akhirnya menemukan resep ini. Saya yang beluuum pernah seumur-umur membuat cookies, karena males kebayang nyetak satu-satu kecil-kecil, akhirnya takluk juga akan tuntutan jaman haha. Resep aslinya hanya 3 ingredients saja, tapi saya tambahkan coklat cincang biar lebih nendang. Yuk langsung meluncur ke resepnya. Bisa dilihat video nya juga ya.

Peanut Butter Choco Cookies – 4 ingredients!

untuk mengetahui resep simpel lainnya bisa lihat Nutella Brownies Sekejap Mata, 3 ingredients only

Bahan:

  • 1 cup peanut butter (selai kacang), saya menggunakan Skippy. Untuk mengetahui konversi ukuran cup bisa dilihat di sini
  • 1/2 cup gula pasir
  • 1 butir telur ayam
  • 1 cup coklat batangan, cincang. Saya menggunakan coklat Elmer Ghana. Untuk mengetahui merek coklat kecintaan saya lainnya bisa dilihat di sini.

Cara membuat:

  • panaskan oven dalam suhu 200′ C
  • campur semua bahan ke dalam wadah
  • aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk
  • siapkan loyang yang telah dialasi parchment paper
  • bentuk bulat-bulat kemudian pipihkan dengan garpu
  • panggang selama kurang lebih 10 menit
  • dinginkan di cooling rack, cookies masih lembek setelah keluar oven akan mengeras jika suhunya sudah dingin
  • jika sudah dingin, simpan dalam wadah kedap udara

Selamat mencoba!

Lily Nurlita Mohamad

Pekerja kantoran yang baru belajar memasak. Setiap kekacauan atau keindahan yang terjadi di dapur saya selalu menjadi hal yang mengasyikkan bagi saya. Tinggal di hiruk-pikuk Jakarta, memasak adalah salah satu momen refreshing yang selalu saya rindukan.

Leave a Reply