Brownies Kukus Putih Telur

IMG_5894.JPGPergulatan dengan Bolu Gulung Coklat Gilak! menyisakan putih telur melimpah. Setiap membuka kulkas sedih rasanya melihat sisa putih telur masih nangkring dan pasrah selama hampir sebulan lebih. Sempat terpikiri diolah menjadi meringue cookies atau pavlova yang cantik itu tapi karena belum pernah mencicipi dan curiga rasanya manis banget akhirnya saya tertambat ke resep brownies kukus ini saja.

imageTentunya sudah pernah mencicipi brownies kukus kondang dari Bandung kan ya. Tekstur dan rasanya sih hampir mirip kata suami saya haha.. Masih di bawahnya lah ya, saya ini apalah masa bisa menyaingi merek kondang itu. Namun yang berbeda, saya masukkan potongan coklat blok di dalamnya sehingga jika dimakan saat hangat terutama ada sensasi lelehan dark cooking chocolate yang mengguncang kalbu. Yuk..lebay deh.  Disamping foto lelehan yang membahana itu saya ambil dengan lensa makro – Iphone. Hehe sudah sebulan lebih pula saya beli lensa murah meriah dari online shop ini nganggur, hanya 99rb terdiri dari kamera makro, fish eye dan wide.

imageResep yang saya ambil untuk kali ini dari cakefever.com dengan judul artikel yang sama. Resep ini tergolong mudah dan sepertinya akan menjadi favorit saya karena tadi saya hanya menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit saja. Oh ya, karena saya pecinta berat rasa pekatnya coklat maka saya memodifikasi penggunaan terigu yang di resep 100gr, saya campur terigu 50gr dan 50 gr lagi dengan coklat bubuk. Karena saya sudah menemukan coklat bubuk tambatan hati, saya tetap setia menggunakannya 30gr bendsdrop dan 20gr tulip bordeaux. Jika ingin melihat review saya mengenai beberapa merek coklat bubuk yang pernah saya gunakan, bisa dilihat disini. Oke marilah kita langsung meluncur ke resep.

image

BROWNIES KUKUS PUTIH TELUR – adaptasi dari cakefever.com

Bahan-bahan:

  • 200 gr putih telur
  • 125gr gula pasir
  • 1/4 sdt garam
  • 1 sdt emulsifier
  • 25 gr margarin (saya menggunakan unsalted butter)
  • 50gr dark cooking chocolate potong kecil
  • 100 gr tepung terigu protein sedang/serbaguna (saya menggunakan 50gr terigu + 50gr coklat bubuk
  • 1 sdt coklat pasta (saya menggunakan golden brown)
  • 50 gr meises untuk taburan (saya menggunakan dcc 50gr yang dicacah)
  • 50gr dcc potong-potong untuk dicampurkan ke dalam adonan coklat (di resep asli tidak ada)

Cara membuat:

  • Timbang dan siapkan semua bahan, putih telur dalam kondisi suhu ruang ya.
  • Siapkan loyang brownies alasi dengan kertas roti tidak perlu di oles margarin. Saya menggunakan ukuran 20 x 8 x 5 cm.
  • Lelehkan margarin dengan cara di tim, setelah meleleh matikan kompor masukkan potongan dcc aduk hingga merata. Masukkan pasta, aduk lagi hingga rata. Sisihkan. image
  • Panaskan kukusan hingga mendidih.
  • Kocok putih telur, garam dan emulsifier hingga mengembang atau soft peak saja. Masukkan gula sedikit demi sedikit. Kocok lagi hingga mengembang
  • Masukkan campuran terigu dan coklat bubuk sambil di ayak, mixer menggunakan kecepatan rendah hingga merata.
  • Masukkan campuran mentega, dcc dan pasta dan aduk menggunakan spatula hingga merata.
  • Masukkan potongan dcc aduk hingga merata.
  • Masukkan setengah adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya dan kukus selama 10 menit. Jangan lupa kecilkan apinya (nyala kecil-sedang). Jika kita menggunakan api besar maka permukaannya akan bergelombang.
  • Setelah 10 menit, taburi permukaan dengan meses atau cacahan dcc dengan merata. Kukus lagi selama 5 menit.
  • Tuang seluruh adonan sisa dan kukus selama 15 menit atau hingga matang, bisa lakukan test tusuk.

image

  • Setelah 15 menit, matikan kompor dan keluarkan loyang diamkan dahulu selama 5-10 menit sebelum dikeluarkan dari loyang. Yah sebetulnya kalau mau langsung dikeluarkan sih monggo saja, tapi panas jendral hehe..

imageBegini penampakan brownies kukus si hitam manis ini setelah dikeluarkan dari loyangnya, masih hangat dan lelehan coklatnya masih panas. Kupas kertas rotinya, dan brownies pun siap di bantai!

Oh ya, dengan menggunakan loyang saya tadi bisa menghasilkan 10 iris brownies kukus. Daan… sekali santap kami (saya dan suami) menghabiskan masing-masing 2 buah. Haha… sensasi lelehan coklatnya yang membuat berbeda. Dan suami saya bilang nanti kalau berkunjung ke rumah nenek di Tasik (seperti judul karangan waktu SD ya) tidak usah membeli lagi brownies kukus kondang dari Bandung itu, bikin sendiri saja. Asaal rasanya sama haha.. itu dia tantangannya. Kadang tangan saya ini masih menghasilkan output yang tidak sama enaknya.

So, semoga artikel ini bermanfaat. Selamat mencoba dan… bon appetit! Silakan ambil satu potong ya.. xoxo

image

Lily Nurlita Mohamad

Pekerja kantoran yang baru belajar memasak. Setiap kekacauan atau keindahan yang terjadi di dapur saya selalu menjadi hal yang mengasyikkan bagi saya. Tinggal di hiruk-pikuk Jakarta, memasak adalah salah satu momen refreshing yang selalu saya rindukan.

5 thoughts on “Brownies Kukus Putih Telur

  • October 11, 2014 at 7:49 am
    Permalink

    Mantap…thank’s mom bronis kukusnya,
    Pengin coba buat choco muffinnya juga

    Reply
    • October 11, 2014 at 7:57 am
      Permalink

      Siip sama-sama. Thanks anyway sudah mampir. Semoga suka juga ya choco muffinnya. Sharing-sharing critanya 🙂

      Reply
  • May 26, 2015 at 11:57 am
    Permalink

    gulanya kok gak masuk di cara pembuatan.jadinya asin deh pas mencoba.

    Reply
    • August 1, 2015 at 7:18 pm
      Permalink

      Hai Mbak Candrienezsilbarani, ada kok mbak. Barangkali terlewat saat membaca. Masukkan gula sedikit demi sedikit saat mengocok.

      Thanks

      Reply
  • June 9, 2015 at 1:03 pm
    Permalink

    mba aku udah coba bikin ini endesss…
    aq coba juga pake kuning telur alias 1 butir telur dengan berat yang sama ttp enyakk mba,,

    Reply

Leave a Reply