Bolu Gulung Coklat (gilak!)

IMG_5534.JPG

Sudah dua wiken saya lewatkan untuk bermalas-malasan di rumah atau ngemal. Rasanya pembalasan dendam dari perjalanan mudik lebaran masih saja belum usai, seperti halnya sinetron masih berseri terus hehe. Sebetulnya bolu gulung ini permintaan dari suami (yeey bahagia tak terkira) mengingat suami saya tergolong komentator yang amat sangat jujur bahkan cenderung sadis haha.

Saya sudah brosing mencari-cari resep mana yang akan saya coba eksekusi. Ngintip di grup facebook NCC sepertinya resep bolu gulung dari Ricke sangat kondang. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan resep ini. Karena kebutuhan telurnya lumayan banyak, saya udah belanja telur dari hari Sabtu. Ceritanya saya berniat untuk membawa bolgul ini di acara halal bihalal kantor hari Kamis. Cita-citanya sih buat 3 atau 4 roll ya, karena manusia di kantor kurang lebih hampir mendekati 100 orang.

IMG_5489Namun apa daya, karena malas sedang jadi trending topic hehe rencana semula untuk menyicil membuat dari hari Selasa tidak kesampaian. Yang ada semuanya dikerjakan Rabu malam dan mulai jam 10 malam pulak! Haha… Dengan ditemani The Godfather II yang sedang main di salah satu channel tv berbayar saya begadang sampai jam 1 bikin bolgulnya, dan hampir jam 2 nonton filmnya. Kalau tidak inget besok pagi harus siap-siap bikin frostingnya sih rasanya masih kepengen nonton film yang tidak pernah bosan saya tonton itu.

Singkat cerita, saya hanya sanggup membuat 2 bolgul menggunakan resep tersebut. Jika sudah memutuskan mengeksekusi resep ini, rasanya Anda harus membuang jauh-jauh kata kolesterol dalam memory Anda. Karena 1/2 resepnya saja menggunakan 6 kuning telur dan 3 putih telur! DIE

imageNah karena hanya sanggup bikin 2 roll saja, tiba saatnya agar tampak banyak si bolgul itu di cacah haha. Setelah dipotong biasa dibagi empat lagi. Yuuk… Yah, biar sedikit semoga rasanya selangit yes teman-teman.

Setelah hari Rabu malam begadang menghasilkan 2 roll, suami saya yang memang merasa bolgul ini requestnya bete karena saya gak bagi dia haha. Hanya dua potong tipiiis saja, ntar dibuatin lagi begitu janji saya.

Seperti kata pepatah, memang lidah tak bertulang. Tapi janjii… tinggal janji… begitu kata Nia Daniati (eh betul gak ya) niatnya membuatkan bolu gulung coklat ini buat suami Rabu malam eh baru kesampaian tadi malam (Jumat) jam 10 malam. Yuuk.. menimbun fat & kolesterol di malam hari.

imageNah dari ketiga bolgul tadi, saya membuat ketiganya dengan komposisi tepung terigu dan coklat bubuk yang berbeda untuk menemukan taste yang tepat yang kelak akan saya pakai terus. Hihi..maaf ya teman-teman kantor, memang selama ini selalu menjadi kelinci percobaan saya.

Roll 1, saya menggunakan 25 gr tepung terigu dan 20 gr bubuk coklat (Bensdrop). Hasilnya, warnanya kurang coklat meski taste nya enak.

Roll 2, saya balik komposisi terigu dan coklatnya dan saya menggunakan campuran dua coklat bubuk yang menghasilkan perkawinan rasa yang asoy geboy. Terigu 20 gr, Bensdrop 15gr + Tulip bordeaux 10 gr (total 25gr). Oh ya untuk mengetahui beberapa jenis coklat bubuk yang biasa saya gunakan bisa dilihat disini. Hasilnya  warna lebih gelap pekat, rasa lebih nendaang.. pekat nya terasa. Dan teman-teman berkomentar yang ini lebih jos dibanding yang satunya.

Oh ya untuk bolu gulung coklat ini sebenernya bisa dikatakan blackforest roll ya, karena fillingnya menggunakan dark cherry. Hanya karena terpatasnya cherry merah untuk hiasan, maka hanya di frosting whipcream dan serutan dark cooking coklat.

imageKomentar suami tercinta: rasa sudah oke, namun masih kurang moist, kurang manis. Ok jadi di Roll yang ke 3, saya tambahkan takaran air nya yang semula 1 sdm menjadi 1,5 sdm. Dan saya tambahkan gulanya yang semula 62.5 gr menjadi 70gr.  Kemudian karena saya adalah pecinta berat coklat, niatnya saya akan menggunakan bubuk coklat dan skip terigunya. Namun karena ternyata maizena saya habis, jadi yang ada saya menggunakan 45gr coklat bubuk (Bensdrop 25gr + Tulip bordeaux 20gr), terigu 5 gr dan maizena yang semula 5 gr saya skip. Dan karena suami kurang suka dengan filling dark cherry, maka fillingnya saya ganti dengan whipcream dan frostingnya dengan buttercream.

Hasilnya… alamak jaaan. Bolu gulung coklat gilak! Rasanya coklat banget. Jika Anda penggila coklat seperti saya, maka saya akan merekomendasikan menggunakan resep ini. Pahit, pekat, legit dan moistnya duuh.. orgasm in your mouth! For sure … errr saya agak lebay ya.

Satu lagi sebelum menuju ke resep nya, saya akan mengutip resep nya langsung dalam konversi 1/2 resep ya mengasilkan 1 loyang ukuran 27cm x 22cm x 2cm yang saya miliki. Resep full (resep ini dikalikan 2 saja) menghasilkan 2 loyang, namun karena secara teknis saya harus meng-ovennya satu-satu maklum ovennya mungil hehe maka saya buat 2 kali adonan. Iya.. cuci wadahnya lap kering dan mulai lagi hehe.. Yuk meluncur ke resep sebagai berikut.

RESEP BOLU GULUNG COKLAT (GILAK!)

Adaptasi dari resep Ricke – Just My Ordinary Kitchen

Bahan-bahan:

6 kuning telur

3 putih telur (mudahnya 3 telur utuh ditambah 3 kuning telur yes?)

70gr gula pasir/halus (resep asli menggunakan 62.5 gr)

1/2 sdm emulsifier

1,5 sdm air (resep asli 1 sdm, menurut empunya resep jangan di skip karena mempengaruhi kelembaban bolgul)

45 gr coklat bubuk (selalu gunakan kualitas terbaik, resep asli 20gr coklat bubuk dan 25 gr tepung terigu)

5 gr tepung terigu (resep asli 5 gr tepung maizena, boleh juga terigunya diganti maizena)

10 gr susu bubuk

1/8 sdt baking powder

65 gr mentega/margarin (resep asli 50gr margarin+35 gr mentega, boleh kombinasi boleh salah satu saja)

Untuk bahan filling dan frosting sesuaikan selera Anda. Kali ini saya membuat dengan filling dark cherry (bolgul 1 dan 2), dan whipcream (bolgul 3). Kemudian saya oles whipcream (bolgul 1,2) dan buttercream (bolgul 3). Dan final touch saya taburi dengan coklat batang kesayangan saya Elmer – Ghana.

Cara membuatnya:

1. Panaskan oven dalam suhu 190 derajat.

2. Siapkan loyang olesi dengan mentega dan alasai dengan kertas roti.

3. Campur dan ayak: coklat bubuk, terigu, susu bubuk dan baking powder sisihkan.

4. Lelehkan margarin/mentega dengan di tim, angkat dan diamkan pada suhu ruang.

5. Kocok semua telur, gula, air dan emulsifier hingga warnanya pucat dan berjejak atau jika mixer diangkat adonan akan turun seperti membentuk pita.

image6. Dengan mixer kecepatan rendah, sedikit demi sedikit masukkan campuran bahan kering tadi. Kocok hingga merata.

image7. Matikan mixer. Masukkan mentega/margarin yang telah dicairkan. Gunakan spatulla dan aduk balik. Pastikan semua campuran homogen tidak ada mentega cair yang tertinggal di dasar bowl, karena akan membuat bantat.

image

8. Ratakan adonan pada loyang dan panggang selama 20 menit. Hasil akhirnya adalah adonan yang lembut, kenyal jika disentuh atasnya akan terasa menul-menul dan ada lapisan tipis diatasnya. Tidak boleh terlalu kering, karena nanti akan mengakibatkan retak jika digulung.

9. Yang seru nih, cara menggulungnya agar sukses. Saya mencontek dari youtube dan membaca di beberapa blog cara menggulung yang ok tanpa retak dan kokoh. Saya mengkombinasikan sebagai berikut:

  • Cake harus digulung dalam keadaan panas setelah keluar dari oven. Karena saat itu adalah saat terbaik cake masih lentur dan mudah diolah.
  • Setelah cake dikeluarkan dari oven, taburi dengan gula bubuk atau coklat bubuk (saya mencoba keduanya, coklat bubuk pada bolgul 1+2, gula bubuk pada bolgul 3). Di bolgul ke 3 karena lebih moist, jadi agak lengket karena ditabur gula bubuk. Tapi ok lah, gak mengganggu dan mudah diatasi.
  • Kerat dengan pisau pinggir-pinggir loyang agar bolu tidak lengket ketika dibalik. Letakkan kertas minyak/roti sesuai ukuran di atas loyang tersebut. Dengan kedua tangan dibalik. Jangan lupa pake lap ya panas bok.
  • Ok rapikan segala tetek bengek yang ada di bawah. Kupas kertas roti di bagian atas dengan perlahan. Dan bolu pun siap digulung.
  • Cara menggulungnya, dengan menggulung kearah luar. Ditekan-tekan dan gulung bersama kertas rotinya.

imageimage

  • Diamkan bolu gulung selama 10 menit sampai agak dingin. Buka dan oleskan filling nya. Bisa dark cherry, strawberry, blueberry atau rasa buah lainnya. Jika akan diisi cream harus dibiarkan dalam keadaan benar-benar dingin dalam suhu ruang. Jika tidak, cream anda akan meleleh dan meleber kemana-mana

image

  • Jika menggunakan selai, diamkan lagi setelah digulung agar betul-betul dingin, baru kemudian di frosting. Sebelum/sesudah di frosting potong kedua ujungnya agar rapih.

imageimage

Saya membuat perbandingan penampakan dari ketiga bolgul coklat saya ini, bagi saya tampak yang paling menggiurkan yang hasil olahan bolu gulung 3. The choice is yours …

image

Agar lebih jelas, yang telah dikelupas kertas rotinya dan ini akan menjadi bagian dalam bolgul.

image

Komentar suami dari hasil eksekusi terakhir: sudah oke banget rasa coklatnya, tapi rupanya suami saya ini memang tidak doyan dengan whipcream (saya pakai merek Anchor yang rasa susunya tajam). Kalau bagi saya sih justru enak hehe. Yasudah, lain kali saya bikin isinya buttercream saja deh. Dan sepertinya harus mengurangi telurnya nih, selain hemat juga mengurangi kolesterolnya.

Oke, selamat mencoba. Semoga bermanfaat!

Lily Nurlita Mohamad

Pekerja kantoran yang baru belajar memasak. Setiap kekacauan atau keindahan yang terjadi di dapur saya selalu menjadi hal yang mengasyikkan bagi saya. Tinggal di hiruk-pikuk Jakarta, memasak adalah salah satu momen refreshing yang selalu saya rindukan.

9 thoughts on “Bolu Gulung Coklat (gilak!)

  • August 24, 2014 at 7:43 am
    Permalink

    They’re all look yummmmyyyy…!!!

    Reply
  • Pingback: Brownies Kukus Putih Telur | cookingasyik

  • February 21, 2016 at 8:39 pm
    Permalink

    Hahahha suka banget bacanya,jujur banget,itu jafi pelajaran buat gw,jujur aja gw orangnya jg g sabaran.thx banget ya udah share😍

    Reply
    • March 20, 2016 at 5:52 am
      Permalink

      Sama2 mbak Dian Putri

      Reply
  • March 29, 2016 at 12:37 pm
    Permalink

    hi mbak….salam kenal..mw tnya, klo mw kurangi telur nya kira2 jadi berapa telur ya???

    Reply
    • March 30, 2016 at 1:55 pm
      Permalink

      Hai Mbak Fitri. Bisa coba kurangi satu atau dua mbak, bandingkan hasilnya. Karena memang telur yang bikin teksturnya empuk. Selamat mencoba ya..

      Reply
  • April 6, 2016 at 8:25 am
    Permalink

    Hallo mb lilly.. Salam kenal.. Mw tanya mb, kl loyangnya ukrn 30x25x4cm p’makean telurnya jd tetep ato d tmbh ya mb?? Trs komposisi bahan yg lain d tmbh jg gk, makasih…..

    Reply
    • May 22, 2016 at 5:55 am
      Permalink

      Hai Mbak Tinut, trick nya bisa dicoba membuat resepnya 1.5x jadi sesuaikan bahan2nya ditambah 1/2 resep.

      Reply

Leave a Reply