Banana Choco Muffin

20140501-110809.jpg

Menghabiskan liburan di rumah nenek selalu menyenangkan. Biasanya pulang ke Jakarta kami akan berbekal ikan Mujaher (kesukaan saya amat sangat), beras (biasanya terjadi perdebatan karena nenek memaksa kami membawa beras tapi seringkali beras yang dibawakan sebelumnya juga masih belum habis), gula merah, pisang buah sendiri, terkadang juga labu kuning (ini juga kesukaan saya terutama dibuat kolak).
Episode kali ini kami membawa ikan Mujaher sudah dalam keadaan digoreng, gula merah dan pisang Ambon.

Ikan mujaher saya masak mangut. Bagi yang belum kenal mangut, adalah masakan bersantan khas orang Jawa. Bisa ikan apapun. Bumbunya seperti bumbu tumis, bawang merah, putih, cabe (yang banyak hihi), salam, laos dan daun sereh. Untuk menambah kedahsyatannya jangan lupa pete hihi. Tambahkan air dan santan kara 1 bungkus. Yummy… Ini salah satu masakan saya yang terakreditasi langsung oleh suami sejak pertama kali memasaknya haha.

20140503-063151.jpg
Haha malah panjang bahas mangut. Back to resep, karena pisang ambon yang dibawakan agak banyak dan mulai kematengan maka saya brosing resep dan menemukan resep banana muffin disini tapi saya menambahkan dark cooking coklat dan menjadi :

Banana Choco Muffin
Bahan-bahan:
– 3 buang pisang yang matang, semakin matang semakin baik karena rasanya akan keluar
– 190gr tepung terigu serbaguna
– 100gr gula pasir
– 100 gr dcc (saya menggunakan elmer ghana)
– 75gr mentega/margarine (atau mix)
– 1 butir telur
– 2 sdt baking powder double acting (saya menggunakan Hercules)
– 1/2 sdt garam
– 1/2 sdt cinnamon bubuk

Cara membuat:
1. Siapkan wadah muffin. Jangan lupa olesi minyak/mentega juga menggunakan cetakan muffin.
3. Panaskan oven pada suhu 190’C.
4. Masukkan ke dalam wadah pisang yang telah dipotong-potong. Dan hancurkan dengan garpu. Jika ingin lembut bisa menggunakan blender. Tapi saya lebih menyukai tekstur yang agak kasar, ketika matang masih dapat menemukan sensasi serpihan pisang dalam satu gigitan hehe.
5. Lelehkan margarin/mentega dan dcc, diamkan hingga agak dingin/suhu ruang.
6. Campur terigu dengan baking powder, garam dan cinnamon bubuk. Aduk rata dengan sendok/spatulla.
7. Dalam mangkok terpisah pecahkan telur dan kocok lepas. Tambahkan gula pasir, aduk rata. Tambahkan mentega/margarin dan dcc cair, pisang, aduk rata.
8. Terakhir masukkan tepung terigu, aduk. Jangan juga terlalu lama mengaduk, karena akan menyebabkan bantat. Jika masih ada butiran-butiran putih terigu tidak apa karena akan bercampur ketika dipanggang.
9. Masukkan ke dalam wadah muffin dan panggang selama 30-35 menit atau jika dicek dengan tusuk gigi sudah bersih tidak ada adonan yang menempel.

20140503-074850.jpg

Resep ini menghasilkan 8 buah muffin dengan wadah tinggi 5cm dan diameter 5cm.

Hasilnya: rasa dan teksturnya pas. Coklatnya dapet, pisangnya dapet. Dan suami senyum-senyum tanda suka hahaha.

Karena buatnya cepat dan tidak terlalu ribet. Saya buat lagi demi menyelamatkan pisang ambon yang kematengan. Kali ini saya malas mengeluarkan wadah muffin, saya menggunakan loyang loaf. Malah lebih enak makannya gak perlu robek bungkus muffinnya begitu kata suami haha..

20140503-074329.jpg

20140503-074346.jpg
So, apapun wadahnya.. Selamat menikmati sensasi pisang dan coklat!

Lily Nurlita Mohamad

Pekerja kantoran yang baru belajar memasak. Setiap kekacauan atau keindahan yang terjadi di dapur saya selalu menjadi hal yang mengasyikkan bagi saya. Tinggal di hiruk-pikuk Jakarta, memasak adalah salah satu momen refreshing yang selalu saya rindukan.

7 thoughts on “Banana Choco Muffin

  • Pingback: Banana Bread Mudah | cookingasyik

  • Pingback: Banana Choco Muffin – sempurna! | cookingasyik

  • Pingback: Banana Choco Chunks Muffin – pengobat rindu! |

  • May 27, 2016 at 8:18 pm
    Permalink

    Hai mbak, salam kenal ya….aq td sore sukses bikin buttermilk cheese muffin nya, rasanya memang endess bgt trimsss ya. Trs tertuju ama resep yg ini jua, kira2 klo coklat lelehnya dganti choco chips bs ga ya? Trs gmn caranya spy tu chips ga ngumpul dbawah hehehe….makasih ya mbak say

    Reply
    • June 10, 2016 at 7:55 am
      Permalink

      Hai Imunk.
      Yeeey senangnya kalo suka juga. Coklatnya bisa diganti choco chips. Tipsnya agar choco chips tidak tenggelam *dalam lautan luka dalam* hehe.. Campur choxo chips dengan 1-2 sdm tepung terigu sebelum dicampur ke dalam adonan. Happy baking!

      Reply
  • August 19, 2016 at 1:38 pm
    Permalink

    Assalamualaikum mbak .. Mau nanya nih , telurnya dikocoknya pake whisk niasa ato mixer ya? Trus pas dimasukkan kertas muffin dipanggang pake loyang muffin juga ya? Thankyuu…

    Reply
    • September 2, 2016 at 8:29 am
      Permalink

      Waalaikumsalam Thaa2.. Muffin menurut saya paling simple dibuatnya karena gak perlu pake mixer dan gak perlu dikocok terlalu lama karena akan bantat. Di artikel itu sudah saya jelaskan ya alasannya. Kocok lepas pake tangan saja tidak perlu sampe mengembang.

      Untuk pemanggangan jika menggunakan loyang muffin yang keras saya tidak masukkan ke dalam loyang muffin. Tapi jika menggunakan kertas muffin yang tipis saya gunakan loyang muffin, karena jika tidak maka adonan akan meleber dan tidak berdiri kokoh.

      Semoga membantu ya..

      Reply

Leave a Reply